Vakansi Sendiri: Vietnam (5) – Ninh Bình

Sehari sebelumnya, saya kehabisan tiket kereta dari Hue ke Hanoi. Alhasil, satu-satunya cara untuk secepatnya mencapai Ibu Kota adalah dengan menaiki sleeper bus yang dijadwalkan tiba di tujuan jam 6 pagi. Sejam kemudian—seharusnya—saya sudah duduk santai di bus menuju Ha Long Bay. Sayangnya, rencana itu terlalu ideal. Enggak mungkin perjalanan hubungan saya sesempurna itu, hahaha.

Setelah menghabiskan malam di perjalanan, saya sampai di (pinggiran) Hanoi jam 6.30. Masih sempatlah harusnya buru-buru ke penginapan dan memaksakan diri ikut tur ke daerah wajib kunjung di Vietnam itu. Tapi entah di manalah pengemudi bus itu menurunkan penumpang, yang pasti bukan di pusat Kota Hanoi. Akhirnya, saya dan seorang pelancong dari Portugal memutuskan untuk berbagi taksi menuju penginapan kami masing-masing. Baru 500 meter, si sopir berbuat ulah. Kami harus berdebat tentang argo kuda yang terpasang di dashboard taksinya dan tawar-menawar ongkos ke tengah kota. Bubar sudah impian leha-leha di Ha Long Bay sebagai penutup liburan kali itu.

Baiklah, ganti ke plan B. Keliling Hanoi saja atau santai di penginapan dan packing tas. Tetot. Jalanan Hanoi sedang ditutup di sana-sini. Rupanya 2 September adalah peringatan kemerdekaan Negeri Paman Ho dari Prancis dan dirayakan dengan pawai selama beberapa jam. Saya dan Helena, mbak Portugis, cuma bisa ketawa menyadari keadaan tersebut dan memilih mengobrol di gerai kopi sembari menunggu jalan dibuka tiga jam kemudian. Ha. Ha. Ha.

Hampir jam 11, kami melintasi Danau Hoan Kiem yang superpenuh dengan pengunjung untuk mencapai penginapan. Tapi ‘kan belum bisa check in. Hmmm. Ide brilian—yang nantinya berubah nestapa—muncul. Mari mengunjungi Trang An di Ninh Binh. Seorang teman pernah bercerita tentang tempat itu, yang juga pernah dijadikan lokasi shooting reality show Running Man dari Korea.

Lanskap Trang An hampir mirip dengan Ha Long Bay. Bedanya, grotto dan limestone di situ berada di “darat”, di tengah persawahan dan tak jauh dari jalan raya, sedangkan di Ha Long ada di teluk yang menghadap laut.

Berbekal informasi dari mbak resepsionis hotel, saya menuju Terminal Giap Bat di Hanoi bagian selatan untuk naik bus ke Ninh Binh. Abang kondektur menurunkan saya di signage Trang An Landscape Complex (TALC) dan menunjukkan taksi-taksi yang bisa mengantarkan saya ke lokasi persisnya. Setelah tawar menawar dengan sopir taksi, saya diantar ke kawasan yang ternyata sudah terdaftar sebagai UNESCO World Heritage Site dan akan dijemput jam 4.30 sore.

1
Ibu-ibu yang siap mengantar keliling Trang An

Ada beberapa rute yang ditawarkan untuk mengunjungi grotto dan limestone di situ  Pengunjung tinggal ke loket, pilih rute yang diinginkan, bayar tiket seharga 150.000 VND, lalu antre untuk naik ke perahu. Tiap tur akan berhenti di kuil-kuil dan berlangsung selama sekira dua jam.

Banyak hal yang bikin saya tercengang di Trang An. Jajaran limestone yang cuma berjarak—lebih kurang—lima kilometer dari jalanan utama, perempuan-perempuan pendayung perahu (berat, cuy!), dan kuil-kuil yang dibangun di puncak bukit batu. Niat gila! Kami saja yang sudah diberi kemudahan dengan tangga masih kepayahan untuk mencapai kuil-kuil tersebut, apalagi zaman dulu, deh. Terus ada beberapa grotto yang bakal dilewati untuk mencapai satu kuil ke kuil lainnya. Oh ya, kuil yang dipakai shooting Running Man itu tingginya bukan main. *pengsan*

2Serenity!

4b
Kuil-kuilnya masih digunakan untuk beribadah
3
Lewat gua di grotto
4c
Sayangnya enggak bisa berenang di situ

Teman seperahu saya dua dari Vietnam dan dua dari Laos. Iya, dua-duanya pasangan. Zzz. Untungnya, mereka santai-santai banget. Tiap berhenti bisa ngaso sampai 15 menit atau bahkan lebih. Jadi, saya bisa tetap lihat kuil-kuil yang ada di atas bukit, meski waktu tempuhnya cukup lama karena lumayan menanjak.

Waktu saya ke sana, tidak banyak pengunjung dari luar negeri. Mungkin karena banyak orang lebih memilih untuk mengunjungi Ha Long Bay daripada ke sini.

Yang kocak, banyak orang yang heboh ketika tahu saya dari Indonesia. Mereka manggut-manggut dan mengerti kenapa gaya busana saya berbeda, padahal muka Asia dan bukan bule. Karena mereka yang di utara, termasuk Ninh Binh, memang lebih “tertutup” daripada warga selatan. Sedangkan saya pakai tanktop yang ditutupi oleh syal besar, hahaha. *ngumpet di perahu*

Sepertinya, durasi tur perahu yang diberikan itu tidak cukup, padahal saya di sana sampai tempat wisata itu ditutup. Masih ingin bengong-bengong cantik sambil lihat grotto. Ah, ya sudahlah, yang penting berhasil mengobati kekecewaan karena tidak jadi ke Ha Long Bay dan nanti akan lihat kembang api di tengah kota Hanoi.

Tapi, rupanya, perjalanan saya di Ninh Binh belum selesai sampai di situ.

Jakarta, Desember 2016-Januari 2017

Advertisements

Author: dnuraini

A part time writer. A full time friend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s