Kilas Konser

tame impala 1
Buram!

Sebenarnya, saya bukan tipe orang yang musik banget. Kalah jauh kalau dibandingkan orang-orang yang bersedia mengeluarkan uang banyak untuk hobi bermusiknya atau nonton konser-konser impian, mencurahkan hidup untuk musik, atau “sekadar” ngulik musisi idola, dan mencari lagu-lagu baru untuk didengar. Tapi saya enggak bisa enggak mendengar lagu, musik, irama, atau apapun itu. Percaya atau tidak, daftar putar di iTunes saya pun hampir tidak pernah ganti selama beberapa tahun terakhir. Selera musik juga standar, hahaha. Dengar musik baru, sih, iya, tapi yang lama-lama selalu di hati. Ketahuan kalau anaknya susah move on.  Salah satu kebiasaan buruk saya juga berkaitan dengan musik: tidak matikan laptop semalaman demi ada backsound lagu-lagu favorit saat tidur. *Dihajar environmentalist*

Walaupun amatir dalam urusan musik, tapi datang ke konser—apalagi yang menampilkan musisi idola—adalah kesenangan tersendiri. Semacam pengalaman religius lah. Energi yang muncul di ajang seperti itu menggairahkan sekali, mungkin mirip sama orgasme. Perpaduan ingar-bingar musik, tayangan visual, bincang dan aksi panggung si musisi, plus reaksi penonton menghasilkan spirit yang enggak bakal didapat dari sekadar melihat dan mendengar mereka di pemutar musik, Youtube, atau siaran langsung di televisi. Berbeza sekali. Jadi, wajar kalau saya geregetan setengah mati saat mendengar ada band favorit yang akan datang ke Indonesia. Inginnya, sih, ditonton semua, tapi harus sadar dompet diri.

Dari beberapa konser yang pernah ditonton, termasuk festival, ada beberapa yang amat berkesan buat saya. Salah tiganya adalah penampilan Sigur Ros di Fort Canning, Singapura, November 2012; Bon Iver di Star Theatre, Singapura, Februari 2016; dan Tame Impala di Jakarta semalam. Yang pertama karena hujan dan pengalaman nonton konser di luar negeri pertama. Yang kedua karena tata suaranya bagus kebangetan.

Konser yang ketiga menyenangkan karena… baru ditonton tadi malam. Yaelah! Oke, serius. Walaupun saya cuma tahu (lebih kurang) sepuluh lagu dari dua album terdahulunya, tapi penampilan Tame Impala kemarin berkesan karena konsernya simpel dan tayangan visual yang menghipnotis. Warna dan pattern-nya juara! Intinya, karya visual yang ditembak ke layar putih itu berpadu apik dengan lagu-lagu mereka yang psychedelic. Mungkin kalau tipsy bakal berkali lipat bagusnya, hihihi. Plus, lagu-lagu di album Currents (2015) ini semacam soundtrack kehidupan beberapa waktu belakangan. Jarak, keputusan, perbedaan, perpisahan, pembaruan, dan sebagainya bercampur sempurna di karya itu plus di hidup saya. Beberapa lagu di album baru band Australia ini memang lebih terdengar ceria dari album-album mereka terdahulu, sih. Tapi itu hanya kedok, saudara-saudara! Isinya tetap bikin ingin iris nadi, hahaha. But I had fun last night! We’re drenched in sweat, Kevin, in a good way.

tame impala 2
Bahagia!

Oh, terima kasih kepada seorang teman yang menjual tiket murah dan bikin saya jadi nonton konser ini. 😀

Jakarta, 1 Mei 2016

 

Advertisements

Author: dnuraini

A part time writer. A full time friend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s